Tips Memilih Kosmetik yang Aman

1. Utamakan produk berlabel halal

Lebih baik lagi jika produk kosmetik tersebut mencantumkan nomor sertifikasi halal dari LPPOM MUI (Lembaga Sertifikasi Halal di Indonesia).

2. Memiliki Kode Legal

Pastikan produk kosmetik memiliki kode legal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Depkes RI. Tanpa kode legal berarti tidak  adanya pihak yang mau menjamin keamanan produk tersebut. Kode yang perlu dipahami adalah:

  • CD untuk kosmetik produksi lokal
  • CL untuk kosmetik impor
  • TR untuk produk yang tergolong jamu tradisional
  • TL untuk produk yang tergolong jamu impor

3. Memiliki Petunjuk Pemakaian

Petunjuk pemakaian atau aturan pakai perlu diperhatikan, agar hasil yang diperoleh maksimal namun tetap sesuai dengan standard keamanan.

4. Memiliki Tanggal Kadaluarsa

Cek tanggal produksi atau tanggal kadaluarsa produk. Hal ini guna memastikan umur efektif produk yang mempengaruhi kualitasnya.

5. Tercantum Nama dan Alamat Produsen

Nama dan alamat yang jelas menunjukkan pihak produsen memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab bila ada konsumen memiliki pertanyaan atau komplain terkait kandungan produk kosmetik. Selain itu, nama dan alamat bisa menjadi informasi penting untuk diadukan ke pihak berwenang bila suatu saat ada masalah tentang produk.

6. Perhatikan Komposisi Bahan

Waspada apabila produk mengandung unsur berbahaya atau haram yang dapat membahayakan tubuh kita. Diantara yang perlu diperhatikan adalah:

  • Merkuri/ Hg.  Hal ini termasuk logam berat yang berbahaya bagi tubuh. Pada kulit bisa menyebabkan bintik hitam, alergi, dan iritasi ringan, hingga berat. Merkuri tidak dapat diurai tubuh, menembus lapisan kulit dan dan menumpuk pada ginjal. Pada paparan jangka pendek saja bisa menyebabkan diare, dan kerusakan paru-paru, sementara pada pemakaian jangka panjang bisa merusak ginjal dan otak. Merkuri masih bisa ditemukan pada beberapa produk kosmetik ilegal, yang seringkali bahkan tidak memiliki keterangan dalam bahasa Indonesia.
  • Hidroquinon. Zat ini termasuk obat keras. Di luar negeri sudah dilarang penggunaannya. Tetapi di Indonesia masih ditolerir hingga batas toleransi 2%. Paparan hidroquinon bisa menyebabkan iritasi kulit sehingga menjadi merah, terbakar. Lebih lanjut bisa menyebabkan kerusakan ginjal, kanker darah dan kanker hati.
  • Pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Zat Pewarna K.3; zat warnan sintetis yang umumnya ada pada industri tekstil dan bersifat karsinogen.
  • Lemak dan segala turunannya yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Kolagen yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Elastin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Ekstrak plasenta yang berasal dari hewan yang diharamkan atau dari manusia.
  • Amnion (ketuban) yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Gelatin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Chivet atau hormon dari kelenjar-kelenjar yang berasal dari hewan yang hukumnya haram atau najis.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s