penyebab kegemukan

1. Obesitas karena Faktor Keturunan. 

Di antara sifat-sifat fisik yang diturunkan adalah jenis bentuk tubuh.  Mereka yang cenderung menjadi “bulat” (endomorph), harus lebih waspada memperhatikan berat tubuhnya daripada yang cenderung menjadi kurus (ectomorph).  Mereka yang cenderung berotot (mesomorph) cenderung untuk tidak akan memiliki masalah soal berat tubuh.  Hanya sedikit orang yang benar-benar dapat digolongkan ke dalam hanya satu golongan yaitu endomorph, mesomorph, atau ectomorph.  Kebanyakan orang memiliki kombinasi ketiga sifat tersebut.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat (Boston University) memaparkan bahwa sekitar 40% dari anak-anak yang kegemukan, salah satu orangtuanya juga kegemukan.  Sedangkan bila kedua orang tuanya kegemukan maka 80% dari anak-anaknya akan kegemukan juga.  Tetapi hanya 9% dari anak-anak itu yang kegemukan dimana kedua orang tuanya tidak kegemukan.  Tidaklah jelas apakah memang masalah kegemukan adalah masalah keturunan.  Tapi yang jelas kebiasaan  makan, berolahraga, dan cara bekerja anak-anak, sangat dipengaruhi oleh cara dan kebiasaan orang tua mereka.

2. Kegemukan karena faktor fisiologis.

Para ahli riset percaya bahwa beberapa orang menjadi kegemukan karena sistem atau mekanisme pengontrolan nafsu makannya (apostat) tidak berfungsi dengan baik.  Pada manusia normal, sistem apostatnya akan menurunkan bahkan mematikan nafsu makan tepat pada waktunya jika sudah terasa kenyang.  Namun jika hal ini tidak berjalan dengan semestinya maka dia akan tetap ingin makan.

2. Faktor Budaya/Kebiasaan.  

Bayi-bayi yang gemuk bagi kebanyakan orangtua dianggap sebagi bayi yang sehat.  Sehingga banyak orang tua yang berusaha membuat bayinya “sehat” dengan memberikan terlalu banyak susu yang biasanya adalah susu botol.  Bayi yang terlalu gemuk pada usia enam minggu  pertama memiliki kecenderungan tumbuh menjadi remaja yang mengalami obesitas.  Beberapa penelitian menunjukkan bahwa 80% dari anak-anak yang kegemukan  tumbuh menjadi orang dewasa yang menderita obesitas.

3. Faktor Psikologi.  

Beberapa orang akan mencari makanan jika sedang mengalami gangguan emosi seperti ketegangan pikiran, kekecewaan, tekanan mental maupun kesepian.  Satu riset tentang obesitas menghasilkan beberapa alasan psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki berat badan berlebihan.

•    Makan terlalu banyak karena stres yang tidak diketahui sebab-musababnya.

•    Makan terlalu banyak karena makanan adalah pelipur lara.

•    Makan terlalu banyak sebagai gejala penyakit pikiran yang mendalam.

•    Makan terlalu banyak karena kecanduan makanan berkalori tinggi.

Karena makan terlalu banyak, maka para “penderita” ini akan bertambah gemuk.  Selanjutnya tubuh yang gemuk dapat menjadi beban mental sehingga mereka dapat mengalami depresi.  Depresi inilah yang selanjutnya akan mendorong mereka untuk makan lebih banyak.  Kejadian ini dapat menjadi suatu lingkaran setan yang semakin merunyamkan masalah.

Masalah kegemukan lebih dari sekedar makan terlalu banyak atau kegiatan fisik yang sangat minim.  Banyak faktor yang terkait dalam timbulnya kondisi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s